DENGARKAN JIWA …, BUKTI SETIAP ANAK ADALAH BINTANG
“Catatan kecil buat Sarah Baqir dan Ayah Bundanya”
By Munif Chatib
Semalaman saya dibuat takjub dengan buku yang baru dihadiahkan kepada saya, judulnya Dengarkan Jiwa, karya Sarah Bagir. Dan yang menghadiahkan adalah Pak Haidar bagir, ayahanda Sarah. Sangat spesial sekali. Saya langsung mengucapkan selamat buat Sarah. Ada dua hal yang menurut saya dahsyat.
Pertama kemampuan Sarah menulis puisi. Saya suka dengan puisi dan mungkin gara-gara rasa suka ini, semalaman saya baca semua puisi Sarah dengan serius di depan isteri saya. Ada nuansa kedalaman makna pada kata yang sederhana, alur yang memantik untuk berpikir dan bait pendek namun punya keluasan nalar. Perhatikan bait-bait dari puisi ini.
Dengarkan Jiwa
Sarah Baqir
Apakah ini suara merduku?
Kudengarkan detak jantungku
Aku berjalan pelan-pelan
Semakin mendekat
Aku mendengar
Apakah ini kekasih cinta?
Apakah ini kehidupan?
Apakah kau Jiwa yang Terbesar?
Yangkudenga?
Ini cuma peringatan
Akan kebebasan ini
Di istana jiwa ini
Kau mendengar
Sebuah alunan
Cintaku
| Berjalan | Jiwa Terbesar | Istana |
| Kebebasan | Kehidupan | Kekasih |
Berlayar
Apakah kau perahu istemewaku?
Kini pun aku berlayar
Di tengah-tengah laut
Hal kedua yang membuat saya kagum adalah Ayah Bunda Sarah, yaitu Pak Haidar Bagir dan Ibu Lubna Assagaf. Menurut saya, mereka berdua adalah Orangtuanya Manusia. Dalam pengantar buku ini, mereka mengungkapkan keberkahan yang besar atas kelahiran putrinya dan anak-anak yang lain. Ketika Sarah mempunyai kekhususan, yaitu kelambatan bicara (speech delay) dan logis matematis, justru mereka berdua melakukan ‘discovering ability’ Sarah. Dan akhirnya, betapa banyak bakat Sarah yang muncul dari rasa suka dan hobinya. Sampai pada titik tertentu, ada hal yang berbalik. Dari kelambatan berbicara, tiba-tiba Sarah mampu menuliskan bait-bait puisi yang indah dan dalam maknanya, tentng Tuhan, cinta dan keindahan. Menurut saya, Ayah Bunda Sarah berhasil membuka bingkisan BINTANG kepada anaknya. Semoga apa yang dilakukan oleh Ayah Bunda Sarah menjadi inspirasi banyak orangtua di negeri ini. Agar mereka selalu menganggap setiap anak yang dilahirkan adalah ‘karya agung’ Tuhannya. Terima kasih Sarah, Pak Haidar, dan Bu Lubna sudah memberikan percikan kesadaran untuk apa kita menjadi orangtua.
Jakarta, 8 Juni 2012




Add to Google
Semoga banyak bermunculan orang tua dan guru yang menjadikan anak-anak mereka seorang bintang dalam bidangnya masing;masing
Luar biasa bakat sarah, semoga lanjut sampai membuat buku2 puisi kehidupan yang alamiah