BELLA, SEKOLAH TAK PERLU AIRMATA
Tidak Ada Komentar

Akhirnya, novel edukasi ini rampung, dengan halaman persembahan sebagai berikut:

“Teruntuk putriku, Salsabila Chatib, sang inspiratory. Dan istriku, Fardiah Mukarrom, sang perempuan perkasa.”

novel bella2

Sungguh ternyata tidak mudah menulis sebuah novel, dibandingkan dengan menulis buku populer. Menulis buku populer sangat terbantu oleh buku-buku referensi sebagai penunjang. Menulis novel, harus mengandalkan imajinasi. Dan menuangkan imajinasi ke karya tulis butuh lingkungan yang mendukung, setidaknya bagi saya. Kesibukan yang padat menjadi factor yang sering membuarkan imajinasi yang awalnya tersusun rapi. Namun Alhamdulillah, dengan komitmen harus berhasil membuahkan karya novel edukasi, akhirnya tantangan saya lewati satu persatu.

Sebenarnya yang membantu dalam menulis karya ini adalah dua orang perempuan perkasa, yaitu si Bella dan Nyonyaku. Merekalah sumber inspirasi. Kalau boleh jujur, sebenarnya penulisnya adalah kami bertiga. Kami bertiga selalu diskusi dan bicara yang lebih mendalam dari hati ke hati, untuk mendapatkan alur cerita. Memang novel ini bukan 100% based on true story, namun referensi fakta kami bertiga sangat membantu menciptakan alur. Momen-momen spesial kami kumpulkan menjadi pijakan-pijakan yang indah untuk diceritakan.

Saya pribadi hanya ingin menitipkan pesan pendidikan pada novel ini. Dan hal tesebut yang saya anggap penting. Harapannya penyadaran masyarakat tentang konsep pendidikan yang humanis lebih mudah dan mengena jika disampaikan dalam bentuk novel edukasi. Mohon doanya semua sahabat, novel ini akan launching pada Sabtu, 15 Agustus 2015 di Jakarta.

Sidoarjo, 16 Juni 2015

Tinggalkan Komentar

Verification *

Form Konsultasi

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan saya silahkan tinggalkan pesan dan secepatnya anda akan mendapat solusi dari saya, Terima kasih.