HUBUNGAN GAJI GURU DENGAN KREATIVITAS MENGAJAR
Tidak Ada Komentar

gaji-guru-495x360

Saya mendapat pertanyaan lewat email dari guru yang mengajar di tempat terpencil dan dalam kondisi masyarakat yang tidak sehat. Terjadi banyak perceraian karena kondisi ekonomi tidak mampu. Pertanyaanya adalah apakah guru harus terus kreatif dalam mengajar, sementara yayasan memberikan gaji yang kecil sekali? Pertanyaan berupa fakta yang membutuhkan perenungan realistis dalam menjawabnya.

Sebenarnya harus dipisahkan antara kreativitas guru dalam mengajar dengan kompensasi gaji yang diterima. Memang kalimat barusan enak untuk diucapkan namun susah untuk diaplikasikan. Masih banyak guru-guru kita menganggap besarnya gaji yang diterima sangat berhubungan dengan kreativitas dan motivasi dalam mengajar (bekerja). Tepatnya hubungannya adalah garis lurus. Artinya jika guru gajinya besar, maka otomatis akan kreatif dalam mengajar. Dalam penelitian saya, ternyata hubungan tersebut juga dalam kenyataannya belum terjadi. Maksudnya jika guru gajinya besar, banyak yang mengajarnya biasa-biasa saja atau bahkan asal-asalan.

Pertanyaan besarnya lalu apa yang menyebabkab guru untuk selalu termotivasi untuk kreatif dalam mengajar? Menurut saya, kreativitas guru dalam mengajar timbul dari KOMITMEN guru tersebut dalam bekerja. KOMITMEN inilah yang menjadi biang perilaku guru dalam bekerja. Unsur dari komitmen itu antara lain persamaan paradigma konsep sekolah yang mengandung deferensiasi, menerima hak dan kewajiban/tugas, rasa ketertarikan untuk menjalankan dan menyelesaikan tugas, dan selalu ingin tetap bekerja di sekolah itu dalam kondisi apapun. Guru merasa ‘aku’ harus berada di sekolah ini. Sebab jika tidak ada ‘aku’, sekolah ini akan banyak masalah. Yang terakhir ini banyak didefinisikan sebagai loyalitas.

Nah, mestinya ketika awal pertama kali tes penerimaan guru, komitmen ini harus dijelaskan dan disepakati, terutama tentang hak dan kewajiban. Termasuk jumlah gaji yang diterima guru setiap bulannya. Pasti guru tahu kondisi sekolah tersebut secara fisik dan keuangan ketika ditawarkan gaji yang masih kecil. Jika seorang guru menerimanya, maka guru tersebut harus berkomitmen untuk bekerja dengan baik dengan besarnya gaji tersebut. Jika tidak, maka pasti guru tersebut sah-sah saja menolak bekerja di sekolah tersebut.

Jadi kesimpulannya, ketika guru menerima gaji yang masih relatif kecil, dan guru tersebut sudah sepakat di awal masuk, maka guru harus total kreatif dalam mengajar. Jika hal tersebut dilakukan guru, Insya Allah guru tersebut merasakan keberkahan dalam hidup meski dengan gaji yang kecil, sebab Allah tidak tidur. Allah akan memberi jalan guyuran rizki dari pintu-pintu lain yang tak terduga.

Konsep komitmen dan gaji guru ini berlaku sama untuk penyelenggara pendidikan atau yayasan. Yayasan harus menempatkan guru sebagai aset bukan sebagai salah satu item dalam pos pengeluaran dalam laporan rugilaba. Khawatirnya adalah prinsip ekonomi kapitalis diberlakukan, yaitu penerimaan harus didapat sebesar-besarnya sedangkan pengeluaran harus diperkecil sekecil-kecilnya. Dan guru hanya dianggap pos pengeluaran yang jangan sampai terus membengkak gajinya.

Jadi terus kreatif meski gaji kecil.

Tinggalkan Komentar

Verification *

Form Konsultasi

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan saya silahkan tinggalkan pesan dan secepatnya anda akan mendapat solusi dari saya, Terima kasih.