20150824 C2040-840 CLO-001 77-881 C4090-450 1Z0-804 117-201 C4060-156 070-341 1Z0-507 C2020-622 C_TSCM52_66 1Z0-478 000-M86 70-487 070-480 2V0-621 700-037 C2050-241 70-685 MB6-884 70-417 MB6-700 NS0-101 C_TBIT44_73 500-201 C4040-129 C4040-122 A00-212 C2180-400 642-427 C2010-571 E20-005 70-480 1Z0-517 JN0-343 350-018 070-488 74-343 C_HANASUP_1 CPCM MB2-704 74-338 1Z0-803 642-584 070-247 A2010-505 70-467 70-533 98-365 1Z0-060 1Z0-805 70-243 70-687 C_TBIT44_731 70-583 E20-390 1Z0-144 201-01 OG0-093 1Z1-060 98-367 070-331 CSSLP 70-412 70-417 200-500-201 1z0-144 70-243 70-480 70-486 1Z0-047 70-410 70-462 70-461 70-483 70-498 VCAD510 070-461 070-414 CISSP IIA-CFSA 70-497 C_GRCAC_10 070-686 CAS-001 C4040-124 MB2-703 MB2-700 CCA-500 C_TAW12_70 642-874 640-461 C2030-280 640-692 A00-250 PR000041 074-338 C2020-011 HP2-B115 NS0-504 3605 1Z0-481 200-120 ITILF2011 070-410 70-646 070-467 MB7-701 000-176 70-532 IBMSPSSMPRO VCP-510 101-01 C2180-317 400-051 70-178 640-911 C2160-667 A00-211 074-344 70-178 1Z0-061 C4030-670 C2020-001 70-462 C4040-226 250-310 70-496 200-101 PEGACSSA_v6-2 070-347 C2150-196 M2020-615 156-315.13 70-498 JN0-332 640-554 C2040-407 CISM 1Z0-541 300-101 E20-690 70-410 070-466 C_TADM51_731 C_A1FIN_10 70-461 101 70-413 HP5-B04D C2010-570 HP2-H35 70-411 C2020-702 70-178 74-344 M2020-615 1Z0-061 70-673 JN0-332 CCD-410 HP5-B04D C2020-010 MB6-869 220-801 050-730 C2040-406 C2020-703 N10-006 FCBA SY0-301 MB2-701 M2090-234 070-336 C4090-454 70-414 1z0-051 640-864 1Z0-474 C2040-988 SSCP 70-513 EX0-001 MB5-705 1Z0-052 AWS-SysOps C2090-543 A2010-657 300-207 7303 070-412 642-467 C2040-402 C4120-782 70-688 70-680 70-347 70-332 70-411 70-412 70-487 70-488 98-361 70-487 70-487
Indahnya Sekolah Inklusi « Munif Chatib
Indahnya Sekolah Inklusi
6 Komentar

INDAHNYA SEKOLAH INKLUSI

By Munif Chatib

Acara kenaikan kelas menjadi agenda rutin saya setiap tahunnya untuk berbicara di beberapa sekolah. Beberapa waktu yang lalu saya diminta memberikan seminar di acara pembagian rapor dan kenaikan kelas di sebuah SD INKLUSI, salah satu SD binaan saya. Bukan materi seminarnya yang ingin saya ceritakan disini, namun menit-menit sebelum saya naik panggung. Benar-benar merupakan ‘special moment’ yang luar biasa.

 

Macet sekali ketika akan memasuki gerbang sekolahnya. Sepertinya semua orangtua membawa mobil, sedangkan jalanan sempit. Ketika akan memasuki gerbang sekolah, di depan saya berhenti mobil sekolah yang cukup besar. Saya melihat seorang siswa turun dari mobil tersebut. Sepertinya gerakan tangan dan kakinya tidak sempurna. Sulit sekali untuk turun dari mobil. Apalagi dia membawa tas dan minuman. Tiba-tiba sekitar 6 orang temannya cepat menghampiri. “aku bawa tasnya, kamu bantu angkat kakinya turun dari mobil.”

“Aku bawa tas minumannya, ayo kamu harus bisa loncat, satu..dua tiga …,” teriak anak-anak itu membantu temannya yang kesulitan turun dari mobil. Lalu mereka bertujuh melakukan ‘tos’, tanda ucapan terima kasih.

 

Saya akhirnya tahu, anak tersebut adalah penyandang Cerebal Palsy, salah satu hambatan otak. Namun, pemandangan di depan mata saya membuat saya terenyuh dan berpikir. Sungguh masih banyak orang yang memandang sebelah mata sekolah inklusi. Masih banyak yang mengartikan anak berkebutuhan khusus harus disingkirkan dari anak reguler. Jika mereka mendapat kesempatan bersekolah, maka harus sekolah khusus, tidak boleh campur dengan anak reguler. Bahkan ada sebagian orang yang takut anaknya akan ‘ketularan’ dengan berkumpulnya anak spesial dalam satu sekolah atau satu kelas. Bahkan ada yang mengatasnamakan KEADILAN TUHAN, bahwa sekolah harus memisahkan dengan tegas ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS dengan ANAK REGULER. Jika sekolah menyatukan mereka, maka itulah sekolah yang TIDAK ADIL. ASTAGHFIRULLAHAL ADZIM ….

 

Saya hanya mengelus dada mendengar pendapat-pendapat seperti ini. Ketika tujuh siswa tersebut hilang dari pandangan saya. Tambah kuat paradigma saya tentang KEADILAN ILAHI. Enam siswa yang reguler tadi, yang mungkin setiap pagi membantu siswanya yang berkebutuhan, menurunkan dari mobil, membawakan tas, dan hal yang sederhana lainnya, Insyaallah mereka ketika dewasa akan menjadi manusia-manusia yang sukses dunia akhirat. Menjadi manusia yang mempunyai hati. Mempunyai kepedulian tingkat tinggi. Manusia yang selalu santun dalam berhubungan dengan oranglain. Menjadi manusia yang selalu dinanti oleh komunitasnya. Selalu ditunggu. Jika mereka menjadi pemimpin, akan menjadi pemimpin yang dicintai dengan tulus oleh anak buahnya. Bukan menjadi pemimpin yang ditakuti. Menjadi pemimpin yang selalu mendengarkan pendapat dari timnya. Menjadi pemimpin yang sejuk kala berbicara dengan semua orang. Menjadi pemimpin yang tidak mempunyai hobi mempersulit orang lain. Menjadi pemimpin yang selalu mengajak orang untuk maju dan sukses. Sudah terlalu banyak fakta menunjukkan, banyak orang ‘pandai’ namun ‘bodoh’ dalam kepedulian kepada sesamanya. Memanfaatkan kesempatan untuk memperkaya diri sendiri.

 

Sungguh sekolah inklusi memberikan pembelajaran tentang kepedulian, keadilan Tuhan, dan perbedaan yang harus dihargai kepada anak-anak kita. Ketika dalam perjalanan pulang, terdengar lirih senandung lagu Iwan Fals …

 

Manusia sama saja dengan binatang
Selalu perlu makan
Namun caranya berbeda
Dalam memperoleh makanan
Binatang tak mempunyai akal dan pikiran
Segala cara halalkan demi perut kenyang
Binatang tak pernah tau rasa belas kasihan
Padahal di sekitarnya tertatih berjalan pincang

Namun kadangkala
Ada manusia seperti binatang
Bahkan lebih keji dari binatang

Tampar kiri kanan
Alasan untuk makan
Padahal semua tahu dia serba kecukupan
Himpit kiri kanan
Lalu curi jatah orang
Peduli sahabat kental kurus kering kelaparan

6 Komentar

  1. Yustri Mindaryani says:

    Saya jg punya keponakan Cerebal Palsy, dia sngat mandiri berangkat sekolah sendiri, ganti baju smpai mandi sndiri. Kelemahannya adalah jalannya tdk sempurna dan nilai akademiknya mmg jauh dr slow learner. Dia sekolah di SD negeri, sekarang sudah kelas 6. Bukan sekolah inklusi, keponakan sy naik kelas krn faktor iba (disana tidak ada treatmen utk keponakan sy yg spesial tsb). Dan sayangnya di lingkungan Jepara/Kudus tdk ada sekolah inklusi. Bagaimana ya pak Munif, utk memaksimalkan lifeskill dan bakat anak di rumah? atau mohon share-nya sekolah inklusi yg terdekat d lingkungan Jepara-Kudus. terima kasih.

    • Fina says:

      di kudus ada sekolah inklusi kog bu…

    • jon says:

      di kudus ada tapi tahun ini masih nerima atau tidak, katanya dana dari pemerintah dihentikan, terus gimana nasib anak2 ABK?, Bagaimana juga Hak-hak anak ABK sesuai UUD45 dan juga UU diknas?

  2. fivi silvani amor says:

    maaf pak munif,boleh tau,dimana lagi sekolah binaan bpk di cilegon/serang?saya sangat tertarikl dengan sekolah berbasis MI,krn disekolah anak saya sekarang malah mematikan kecerdasannya.terima kasih sebelumnya.

    • MunifChatib says:

      salam, bisa di liat di buku sy Sekolah Anak Anak Juara di dalamnya terdapat daftar sekolah yang menerapkan sistem MI..

  3. Muhammad Sujatmoko says:

    Pak Munif, mohon maaf ingin tahu nich. Kalo di Malang atau sekitarnya yang merupakan sekolah binaan Bapak (SMP/SMA sederajat) di mana ya? saya sangat tertarik nich dengan sekolah yang menyelenggarakan pendidikan berbasis MI. Saya bermaksud untuk melakukan riset. Terima kasih

Tinggalkan Komentar


2 + = 9