MAKAN MALAM YANG MEMBUAT MERINDING
2 Komentar

Sabtu, 4 April 2015 pukul 21:00 WIB di Depok, memang bukan April Mom. Namun ada special moment yang membuat bulu kuduk merinding. Saya makan malam di sebuah food court di Depok. Waktunya hanya 30 menit saja, sebab harus masuk lagi karantina untuk menuntaskan buku baru. Tiba-tiba ada bapak ibu, sepasang suami isteri yang belum saya kenal minta izin duduk di meja saya dan mengenalkan diri.

“Pak Munif ya?” tanya mereka. Saya mengangguk. Dan mereka berdua dengan ramah mengenalkan diri.

“Saya mau masukkan anak saya ke SMA SCHOOL OF HUMAN, sekolah baru bapak yang di Cibubur. Kebetulan rumah di daerah Cibubur. Tapi hati kami gundah gulana. Kami sudah baca semua buku bapak. Kami ikuti setiap seminar bapak. Kami sepakat dengan konsep SEKOLAHNYA MANUSIA yang bapak seminarkan di mana-mana. Karena menurut pemikiran kami sangat manusiawi. Tapi maaf Pak Munif, saya dengar di sekolah Anda mengajarkan aliran sesat. Apa benar itu? Saya ingin tabayyun langsung kepada Bapak.” Wow saya terkejut, meskipun cerita ini hampir terjadi setiap tahun kepada saya pada saat masa penerimaan siswa baru. Saya bertanya kepada mereka, siapa yang mengatakan dan memfitnah hal tersebut. Mereka awalnya tidak mau mengatakan. Ketika saya paksa, akhirnya mereka berdua bergantian cerita.

“Pak Munif, yang bilang adalah ustad saya. Susah kan? Mau gak percaya, beliau ustad saya. Tapi yang saya lihat, dengar dan baca dari konsep SEKOLAHNYA MANUSIA tidak seperti yang ustad saya cerita.” Saya menghela nafas panjang. Dan ingin dengar cerita detailnya.

“Awalnya dalam pengajian rutin, kami mohon dukungan dari ustad tersebut, kami cerita Insyallah tahun ajaran baru ini putra kami yang pertama akan masuk di sekolahnya Pak Munif di Cibubur. Tiba-tiba spontan beliaunya melarang keras. Katanya jangan sekali-sekali memasukkan anak kita ke sekolah Pak Munif Chatib, sebab akan dididik dengan aliran-aliran sesat. Agamanya sangat sesat. Apa mau putra ibu nanti dididik dengan doktrin bahwa Tuhan kita bukan Allah, nabi kita bukan Muhammad, diajari menghina sahabat-sahabat nabi, dan akan mengkafirkan orangtuanya sendiri. Itulah yang diajarkan oleh Pak Munif Chatib. Ngeri kan Pak Munif. Saya ingin klarifikasi.” Mereka berdua cerita menggebu-gebu. Nafsu makan saya hilang.

“Apa ustad itu tahu dan mengenal saya?” tanya saya spontan. Biarlah makan malam dan kopi jadi dingin.

“Nah itu, anehnya ketika saya tanya hal itu. Ustad saya bilang, dia tidak kenal Pak Munif dan dia mendengar itu dari orang lain, yang dia sendiri sudah lupa. Lalu anehnya lagi ustad saya merekomendasikan putra saya masuk ke sekolah tertentu. Yang maaf Pak, saya tidak tertarik dengan konsepnya. Saya tahu sekolah itu. Siswanya dipaksa menghafal, masih orientasinya tes kognitif, pokoknya berbeda 180 derajat dengan konsep SEKOLAHNYA MANUSIA. Insting kami langsung mengatakan ada unsur PERSAINGAN BISNIS SEKOLAH YANG TIDAK SEHAT.” Hampir satu jam mereka berdua berdiskusi dengan saya. Saya jelaskan disain kurikulum sekolah SMA SCHOOL OF HUMAN. Mulai tema character building, problem solving, kreativitas, life skill, logis matematis, wirausaha. Sedangkan agamanya untuk level SMA sudah tidak membahas lagi praktek wudhu dan sholat, sebab kebanyakan anak kita sudah bisa semua. Namun naik maqom lebih tinggi lagi, yaitu kenapa sih kita harus sholat. Apa ada hubungannya sholat dengan kehidupan kita sehari-hari. Seperti itulah saya menggebu-gebu menjelaskan. Apalagi dengan siswa akan memilih mata pelajaran akademis sesuai bakatnya. Pada kelas 11 dan 12 akan memilih jurusan di perguruan tingginya nanti. Sehingga tidak ada lagi anak yang salah pilih jurusan di kuliahnya. Dan seterusnya … Mereka berdua berterima kasih. Dan berakhir dengan pernyataan yang menyejukkan hati.

“Alhamdulillah saya percaya sekarang Pak Munif. Tidak resah lagi. Memang fitnah itu bahaya sekali. Terima kasih. Saya akan menyekolahkan anak saya di SEKOLAHNYA MANUSIA. Ini takdir Allah yang menemukan kita di tempat ini.”

Saya lega, namun ada segunung beban yang saya bawa pulang. Tak habis pikir, kenapa ketika ada orang yang ingin membangun sekolah yang baik untuk generasi muda, masih saja difitnah. Anehnya, mereka yang mengabarkan berita bohong itu tidak mengenal saya. Aneh sekali. Apa benar ini hanya saingan bisnis sekolah, seperti yang dikatakan suami istri tadi? Jika benar, saya prihatin. Padahal masing-masing sekolah itu bukan saingan. Bahkan mereka harus bersatu padu untuk menjadikan sekolahnya lebih baik. Semoga informasi tentang special moment makan malam yang membuat bulu kuduk merinding ini dapat menjadi pelajaran buat sahabat-sahabat saya semua. Lewat tulisan ini, saya mengajak semua sahabat untuk berhati-hati menerima informasi yang menyudutkan atau memfitnah orang lain, terutama dengan konsep-konsep sekolah. Bagi saya banyak konsep sekolah yang hebat, apapun nama konsep itu. Masyarakat sekarang tambah cerdas. Mereka sebenarnya bisa membedakan mana sekolah yang baik dan mana sekolah yang masih seperti sekolah robot. Hanya saja, masyarakat akan gundah dan resah ketika dalam menentukan pilihan sekolah anaknya, diracuni oleh fitnah-fitnah yang tidak jelas sumbernya. Semoga mereka yang berniat jahat diampuni oleh Allah SWT. Mohon doa dari semua sahabat dan dukungan, agar saya dan tim bisa melewati cobaan ini.

makan malam

Depok, 4 April 2015

2 Komentar

  1. monik says:

    nah,.. ini pak,… saya juga dengar soal isu isu seperti diatas disaat saya sudah mendaftarkan anak saya sekolah di sekolah unggulan permata jingga dimalang. katanya mereka sekolah itu menganut ajaran islam tertentu.

  2. jaenuri says:

    terimakasih pak Munif Chatib,saya setuju dgn pernyataan bapak”kenapa ya kita harus sholat”,saya jadi lebih mantap utk meyekolahkan anak saya ke SMP ITMA Al Aqobah Jombang,sekali terimakasih bapak

Tinggalkan Komentar

Verification *

Form Konsultasi

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan saya silahkan tinggalkan pesan dan secepatnya anda akan mendapat solusi dari saya, Terima kasih.