MENJADI GURU YANG DICINTAI SISWANYA
By Munif Chatib
Sekali lagi saya berkesempatan membaca puisinya si Bela, putri saya yang berjudul Matematika pada seminar GURUNYA MANUSIA di Universitas Wijaya Kusuma Fakultas Bahasa dan Sains HMJ Matematika, pada Rabu, 6 Juni 2012. Saya terpancing membacanya sebab pembicara pertama Pak Tri memamerkan bagaimana mudahnya menghitung perkalian dengan konsep persamaan garis.
“Pak Tri, jika guru matematika semua seperti anda, pasti matematika menjadi indah dan menyenangkan semua siswa,” kata saya memberikan apresiasi yang hebat buat Pak Tri. Lalu saya mengajak 500 peserta lebih untuk membuka paradigma yang benar tentang siapa siswa-siswa kita. Saya mengajak semua peserta untuk kembali merenungi fakta bahwa setiap anak yang dilahirkan oleh ibunya adalah masterpeace, karya agung Tuhannya. Bagaimanapun kondisi anak itu. Gurunya manusia adalah guru yang selalu memandang setiap anak mempunyai harta karun, yaitu multiple intelligences masing-masing. Selamat menjadi gurunya manusia. Terima kasih saya ucapkan buat Pak Ahmed, sang moderator, dan tim panitia yang bekerja dengan hebat.
Surabaya, 6 Juni 2012













Add to Google
Hmmmm, dari cerita kakak saya yang mengikuti seminar ini, saya sangat menyesal tidak bisa mengikuti seminar ini, karena memang dari awal saya sangat ingin mengikutinya.
Namun, sekelumit cerita kakak, saya sangat menyesal kenapa saya sangat sibuk dengan pekerjaan saya sehingga saya melewatkan banyak moment penting dari anak saya (selama 8 jam saya bekerja dan 4 jam perjalanan ke tempat kerja).
seharusnya saya menemani tumbuh kembangnya setiap saat, supaya lebih bisa mengenal, apa dan bagaimana anak saya, tetang semua yang ada didirinya.
jadi ingin segera pulang dan memeluknya sekarang.